Selasa, 26 Mei 2009

Tidak ke Old Traffod, ke Senayan pun Jadi

Dari sekian banyak keinginan, impian, obsesi yang belum kesampaian, salah satunya adalah menyaksikan langsung pertandingan klub idolaku, Manchester United. Ya, langsung, alias live, dan bukan hanya melototin aksi-aksi paling apik mereka di layar kaca selebar 21 inchi saja. Walau aku bukanlah anggota MU Fans Club, entah mengapa, sejak dua puluh tahun silam, aku begitu mengidolakannya, kepincut akan sepak bola indah nan menawan yang diperagakannya, hingga aku rela begadang hingga dini hari demi untuk menikmati si Setan Merah beraksi.

Sebagai satu dari jutaan pendukung klub sepakbola paling beken di seantero jagat raya ini, menyaksikan pertandingan langsung di salah satu stadion paling angker di dunia, Old Traffod Stadium, menjadi obsesi para supporternya.

Sayangnya, tidak semua orang berkesempatan menyaksikan langsung bagaimana pemegang tiga kali mahkota Liga Champion tersebut mempertontonkan segala kehebatannya. Termasuk juga diriku yang mustahil pergi ke sana, kecuali ada keajaiban, atau mendapat undian dari sponsor mereka. Seperti peribahasa, ingin hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai.

Namun, 'pucuk dicinta ulampun tiba'. Bagi para penikmat sepakbola indah, berita kehadiran salah satu klub paling kaya di dunia, asuhan Sir Alex Ferguson, yang akan bertandang melawan tim nasional tanggal 20 Juli 2009 nanti, ibarat setetes air pelepas dahaga di tengah gurun pasir yang kering kerontang. Keinginan menyaksikan langsung gocekan maut CR-7, tendangan keras Rooney, ketangguhan Ferdinand, dan kelincahan si mungil Park Ji Sung tak dapat kubendung lagi.

Kini, lega sudah perasaanku. Keinginan terpendam selama dua puluh tahun lamanya untuk menyaksikan langsung aksi menawan para pemain penuh talenta akan menjadi kenyataan. Memang, dipastikan aroma pertandingan akan jauh berbeda, dan itu tidak bisa dibandingkan saat mereka bermain di kancah Liga Inggris, maupun Piala Champion.

Namun apapun jua, menurutku, inilah pemuas keinginan yang paling layak aku dapatkan. Seperti kata pepatah, 'tak ada rotan akar pun jadi'. Manakala tak mampu menonton langsung di Old Trafford, maka menonton di Senayan pun tidak ada salahnya.

So, dalam hidup ini terkadang tak semua keinginan dapat menjadi kenyataan. Kita harus realistis menakar keinginan sesuai dengan kemampuan dan keadaan. Itulah petuah bijak kehidupan.