Kamis, 21 Mei 2009

Renungan di Hari Kebangkitan Nasional

Senja hari tadi, di beranda rumahku, dalam balutan rasa letih dan lelah yang taktertahankan lagi selepas browsing dan blogwalking semalam suntuk, berharap ada peningkatan traffic, ada setitik kerinduan untuk merenungkan kembali makna peringatan 101 tahun Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati di seluruh penjuru tanah air 20 Mei lalu.

Di tengah situasi dan kondisi negara yang masih dalam bayang-bayang krisis finansial global, sejatinya, peringatan Hari Kebangkitan Nasional kali ini dapat menjadi momentum bagi semua komponen anak bangsa untuk menggelorakan kembali semangat kebangsaan, semangat perjuangan, semangat persatuan, semangat kebersamaan, dan semangat pengabdian sebagaimana telah dicontohkan oleh para generasi pendahulu bangsa ini lebih dari satu abad yang lampau.

Semangat kebangkitan yang hendaknya mewarnai dan menjiwai dalam setiap desah nafas, dalam setiap gerak langkah, dalam setiap ucap, dalam setiap sikap dan dalam setiap tindak seluruh komponen bangsa. Semangat kebangkitan bahwa kita mampu berdiri dan terus berlari menyongsong masa depan kehidupan yang lebih cemerlang dan terang benderang.

Semangat kebangkitan untuk terus melangkah tanpa lelah, terus mengayuh tanpa ragu, terus berkarya tanpa jeda, terus berkreasi tanpa henti, dan terus berpikir tanpa akhir.

Semangat kebangkitan untuk mampu melompat lebih tinggi, bergerak lebih lincah, berlari lebih kencang, mendengar lebih peka, dan bekerja lebih keras.

Semangat kebangkitan untuk tidak terninabobokan oleh dongeng-dongeng masa silam, tidak terlenakan oleh mimpi-mimpi indah yang tidak pernah menjadi kenyataan.

Semangat kebangkitan untuk mampu menyingkap topeng-topeng kepalsuan, membuang borok-borok kenistaan, menyingkirkan benih-benih kemalasan, dan memberangus hasrat ketamakan.

Jaman telah berubah. Waktu pun telah berlalu. Tapi tak sepantasnya semangat kebangkitan itu pupus oleh waktu, hilang oleh masa. Semangat kebangkitan itu harus tetap tertanam dalam dada setiap anak bangsa karena cahaya terang pasti kan datang.

1 komentar:

ajeng mengatakan...

Terima kasih renungannya mas,semoga banyak elit diatas sana yg membaca ini..

Posting Komentar