Jumat, 27 Maret 2009

Bencana Situ Gintung

Di tengah hiruk pikuk pesta demokrasi yang di gelar di negeri ini. Di tengah suara lantang para calon anggota dewan yang mengobral harapan dan impian, dipanggung-panggung kehormatan. Di tengah para simpatisan yang tampak riang sambil meneriakan yel-yel  penuh semangat kemenangan. 

Saudara-saudara kita di Tangerang sana saat ini tengah meradang. Bencana alam yang telah menimpa meninggalkan duka lara. Isak tangis anak-anak dan orang tua terasa begitu memilukan. 

Dini hari itu, Jumat, 27 Maret 2009.  Tak pernah ada yang mengira kala jutaan meter kubik air Situ Gintung menerjang garang perkampungan mereka. Situ yang selama ini sebagai objek wisata jebol tanpa ada tanda-tanda. Ratusan rumah porak poranda berikut harta benda yang seolah tak tersisa. Ratusan orang terluka. Puluhan nyawa melayang. Anak-anak kehilangan orang tua, orang tua kehilangan anak-anak mereka. 

Bencana itu datang lagi!  Dan kembali, bangsa ini harus berduka!.

Inikah ujian bagi bangsa yang tengah merajut asa yang pernah hilang. Ataukah ini pertanda murka dari Sang Maha Kuasa?

Ya Allah!  

Mereka sedang berduka, dan hanya Engkaulah yang dapat menjadi pelipur laranya.  Jiwa-jiwa mereka sedang lemah, dan hanya Engkaulah yang dapat meneguhkannya. Kehidupan mereka sedang sempit, dan hanya Engkaulah yang dapat melapangkannya. 

2 komentar:

Pasuruan mengatakan...

Barangkali...bukan ujian, tetapi hukuman buat para kita khususnya pemimpin agar segera berbuat baik dan bertindak benar.

Salam

yek's mengatakan...

Ya, saya sependapat. Thanks.

Posting Komentar